Monday, January 16, 2012

Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat

1. Perbedaan Kepentingan
Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri, jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka ia akan merasakan kepuasan dan sebaliknya kegagalan dalam memenuhi kepentingan akan menimbilkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.
Dengan berpegang prinsip bahwa tingkah laku individu merupakan cara atau alat dalam memenuhi kebutuhannya, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu dalam masyarakat pada hakikatnya merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut.
Oleh karena individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohani, maka dengan sendirinya timbul perbedaan individu dalam hal kepentingannya. Perbedaan kepentingan itu antara lain berupa :
1. kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang
2. kepentingan individu untuk memperoleh harga diri
3. kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama
4. kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi
5. kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain
6. kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan di dalam kelompoknya
7. kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri
8. kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri

Kenyataan-kenyataan seperti itu menunjukkan ketidakmampuan suatu ideologi mewujudkan idealisme yang akhirnya akan melahirkan kondisi disintegrasi atau konflik. Permasalahan utama dalam tinjauan konflik ini adalah adanya jarak yang terlalu besar antara harapan dengan kenyataan pelaksanaan dan hasilnya kenyataan itu disebabkan oleh sudut pandang yang berbeda antara pemerintah atau penguasa sebagai pemegang kendali ideologi dengan berbagai kelompok kepentingan sebagai sub-sub ideologi.
Perbedaan kepentingan ini tidak secara langsung menyebabkan terjadinya konflik tetapi mengenal beberapa fase yaitu:
1. Fase disorganisasi yang terjadi karena kesalahpahaman.
2. Fase disintegrasi yaitu pernyataan tidak setuju.
Fase dis-integrasi ini memiliki tahapan (Menurut Walter W. Martin dkk):
• Ketidaksepahaman anggota kelompok tentang tujuan yang dicapai.
• Norma sosial tidak membantu dalam mencapai tujuan yang disepakati.
• Norma yang telah dihayati bertentangan satu sama lain.
• Sanksi sudah menjadi lemah
• Tindakan anggota masyarakat sudah bertentangan dengan norma kelompok.

2. Prasangka diskriminasi dan ethosentris
Hidup bermasyarakat adalah hidup dengan berhubungan baik antara dihubungkan dengan menghubungkan antara individu-individu maupun antara kelompok dan golongan. Hidup bermasyarakat juga berarti kehidupan dinamis dimana setiap anggota satu dan lainnya harus saling memberi dan menerima. Anggota memberi karena ia patut untuk memberi dan anggota penerima karena ia patut untu menerima. Ikatan berupa norma serta nilai-nilai yang telah dibuatnya bersama diantara para anggotanya menjadikan alat pengontrol agar para anggota masyarakat tidak terlepas dari rel ketentuan yang telah disepakati itu.

Rasa solider, toleransi, tenggang rasa, tepa selira sebagai bukti kuatnya ikatan itu. Paa diri setiap anggota terkandugn makna adanya saling ikut merasakan dan saling bertanggungjawab paa setiap sikap tindak baik megnarah kepada yang hang positif maupun negative. Sakit anggota masyarakat satu akan dirasakan oleh anggota lainnya. Tetapi disamping adanya suatu harmonisasi, disisi lain keadaan akan menjadi sebaliknya. Bukan harmonisasi ditemukan, tetapi disharmonisasi. Bukan keadaan organisasi tetapi disorganisasi.

Sering kita temui keadaan dimasyarakat para anggotanya pada kondisi tertentu, diwarnai oleh adanya persamaan-persamaan dalam berbagai hal. Tetapi juga didapati perbedaan-perbedaan dan bahkan sering kita temui pertentangan-pertentangan. Sering diharapkan panas sampai petang tetapi kiranya hujan setengah hari, karena sebagus-bagus nya gading akan mengalami keretakan. Itulah sebabnya keadaan masyarakat dan Negara mengalami kegoyahan-kegoyahan yang terkadang keaaan tidak terkendali dan dari situlah terjadinya perpecahan.. Sudah tentu sebabnya, misalnya adanya pertentangan karena perbedaan keinginan.

Perbedaan kepentingan sebenarnya merupakan sifat naluriah disamping adanya persamaan kepentingan. Bila perbedaan kepentingan itu terjadi pada kelompok-kelompok tertentu, misalnya pada kelompok etnis, kelompok agama, kelompok ideology tertentu termasuk antara mayoritas dan minoritas.

3. Pertentangan sosial ketegangan dalam masyarakat
Konflik (pertentangan) mengandung suatu pengertian tingkah laku yang lebih luas dari pada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Dasar konflik berbeda-beda. Terdapat 3 elemen dasar yang merupakan cirri-ciri dari situasi konflik yaitu :
1. Terdapatnya dua atau lebih unit-unit atau baigan-bagianyang terlibat di dalam konflik.
2. Unti-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan, masalah-masalah, nilai-nilai, sikap-sikap, maupun gagasan-gagasan.
3. Terdapatnya interaksi di antara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan-perbedaan tersebut.

Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengannya, misalnya kebencian atau permusuhan. Konflik dapat terjadi paa lingkungan yang paling kecil yaitu individu, sampai kepaa lingkungan yang luas yaitu masyarakat.
1. Pada taraf di dalam diri seseorang, konflik menunjuk kepada adanya pertentangan, ketidakpastian, atau emosi-emosi dan dorongan yang antagonistic didalam diri seseorang.
2. Pada taraf kelompok, konflik ditimbulkan dari konflik yang terjadi dalam diri individu, dari perbedaan-perbedaan pada para anggota kelompok dalam tujuan-tujuan, nilai-nilai, dan norma-norma, motivasi-motivasi mereka untuk menjadi anggota kelompok, serta minat mereka.
3. Pada taraf masyarakat, konflik juga bersumber pada perbedaan di antara nilai-nilai dan norma-norma kelompok dengan nilai-nilai an norma-norma kelompok yang bersangkutan berbeda.Perbedan-perbedaan dalam nilai, tujuan dan norma serta minat, disebabkan oleh adanya perbedaan pengalaman hidup dan sumber-sumber sosio-ekonomis didalam suatu kebudayaan tertentu dengan yang aa dalam kebudayaan-kebudayaan lain.

Adapun cara-cara pemecahan konflik tersebut adalah :
1. Elimination; yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang telibat dalam konflik yagn diungkapkan dengan : kami mengalah, kami mendongkol, kami keluar, kami membentuk kelompok kami sendiri.
2. Subjugation atau domination, artinya orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau pihak lain untuk mentaatinya.
3. Majority Rule artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting akan menentukan keputusan, tanpa mempertimbangkan argumentasi.
4. Minority Consent; artinya kelompok mayoritas yang memenangkan, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan serta sepakan untuk melakukan kegiatan bersama.
5. Compromise; artinya kedua atau semua sub kelompok yang telibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah
6. Integration; artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan dan ditelaah kembali sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak

4. Golongan-golongan yang berbeda dan integrasi social
Masyarakat indonesia adalah masyarakat yang majemuk, msyarakat majemuk itu di persatukan oleh sistim nasional negara indonesia.aspek” kemasyarakatann yang mempersatukannya antara lain :
1. Suku bangsa dan kebudayaannya
2. Agama
3. Bahasa
4. Nasion Indonesia

Masalah besar yang di hadapi indonesia adalah sulitnya itegrasi antara 1 dengan yang lainnya. masyarakat” yang ada di indonesia mereka tetap hidup berdampingan pada kemajemukannya, berikut adalah beberapa variabel yang dapat menghambat integrasi :
1. Klaim/Tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang di anggap sebagai miliknya.
2. Isu asli tidak asli berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi antar warga negara indonesia asli dengan keturunan lain.
3. Agama, sentimen agama dapat di gerakkan untuk mempertajam kesukuan.
4. Prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang golongan tertentuk.

Dalam hal ini masyarakat indonesia seringkali terhambat integrasinya karena variabel variabel yang di sebutkan di atas. masyarakat indonesia pada umumnya masih sulit untuk menerima sesuatu yang baru ataupun yang berbeda dengan yang biasa ia temukan. misalnya saja antar agama masih sering terjadi permusuhan/ sering terjadi perang agama di desa-desa yang berada di pulau jawa. hal tersebut menunjukkan bahwa betapa sulitnya bagi mereka untuk berintegrasi tanpa menyangkut pautkan variabel-variabel yang ada di atas tadi.

5. Integrasi nasional
Pada hakekatnya integrasi merupakan upaya politik/ kekuasaan untuk menyatukan semua unsure masyarakat yang majemuk harus tunduk kepada aturan-aturan kebijakan politik yang dibangun dari nilai-nilai kultur yang ada dalam masyarakat majemuk tadi, sehingga terjadi kesepakatan bersama dalam mencapai tujuan tujuan nasional dimasa depan untuk kepentingan bersama.

Proses integrasi disebabkan adanya, kebersamaan sejarah, ada ancaman dari luar yang dapat mengganggu keutuhan NKRI, adanya kesepakatan pemimpin, homogenitas social budaya serta agama ,dan adanya saling ketergantungan dalam bidang politik dan ekonomi.

Integrasi mempunyai dua dimensi, antara lain: integrasi horizontal dan integrasi vertikal. Dimensi vertical dalam integrasi nasional bertujuan mengintegrasikan persepsi dan prilaku elite dan masa dengan cara menghilangkan, mengurangi perbedaan kesenjangan antara kelompok yang berpengaruh dengan yang dipengaruhi. Sedangkan dimensi horizontal mengintegrasikan antara kelompok-kelompok dalam masyarakat, dengan cara menjembatani perbedaan – perbedaan yang ditimbulkan oleh factor-faktor teritorial/kultur dengan mengurangi kesenjangan yang ditimbulkan oleh factor-faktor tersebut.

Sunday, December 18, 2011

Kick Andy : Mencari Akar di Luasnya Dunia

Kisah bertemunya ibu dan anak yang terpisah 30 tahun (kisah nyata)







Baca dan resapilah dengan hati :)


Dia berpisah dengan orangtuanya saat berusia 14 hari.
Kiyati anak pertama pasangan Mulyati dan Kaswadi, warga Desa Jatirejo, Kecamatan Gunungpati,Kabupaten Semarang. Letak desa ini lebih dekat dengan Salatiga daripada Semarang. Orangtua Kiyati menyerahkan anaknya kepada keluarga List, warga Jerman yang saat itu (1970-an) bertugas di Salatiga. List yang keturunan Turki waktu itu mengajar sebagai dosen di sebuah perguruan tinggi swasta di Salatiga.

Orang tua Kiyati dengan sadar menyerahkan anaknya kepada keluarga itu, karena secara ekonomi, Mulyati dan Kaswadi tidak sanggup membiayai kelangsungan hidup Kiyati dan masa depannya. Saat melahirkan Kiyati,
usia Mulyati masih sangat muda, 16 tahun, sementara suaminya baru 20 tahun. Mereka tidak pernah mendapatkan pendidikan formal, sehingga tidak bisa baca-tulis.

Saat itu suaminya menyatakan tidak sanggup membiayai Kiyati. Oleh sebab itu, "Kami rela memberikan Kiyati kepada keluarga List. Kami ikhlas memberikan Kiyati kepada keluarga itu agar nantinya Kiyati bahagia dan bisa bekerja," kata Mulyati.Apa yang dirindukan Mulyati memang menjadi kenyataan.

Setelah usia Kiyati dua tahun, keluarga List kembali ke negaranya, Jerman. Kiyati dibawa serta. Kiyati hidup di Jerman layaknya orang Jerman. Dia dididik ala orang Jerman. Saat berbicara, dialeknya pun bukan layaknya orang Indonesia, apalagi anak desa yang dilahirkan dari pasangan Mulyati dan Kaswadi. Kiyati telah berubah menjadi orang bule.Seperti harapan yang juga menjadi doa orangtuanya, Kiyati pun meraih sukses di Jerman. Karena kesuksesan itu pulalah Kiyati banyak memberikan bantuan dana dan tenaga kepada masyarakat negara tempat di mana dia dilahirkan ketika bencana tsunami melanda Indonesia pada Desember 2004.

Datang ke Indonesia, Kiyati bertemu dengan mitra kerjanya, Dyah Narang Huth yang belakangan menjadi "gurunya" untuk belajar bahasa Indonesia,
adat istiadat dan budaya Indonesia. Dyah juga mengajari Kiyati menari tari Bali dan peta/geografi Indonesia. Dari pertemuan inilah, tercetus niat Kiyati untuk menengok desa, tempat di mana dia dilahirkan, bertemu dengan ibu dan saudara-saudaranya. Kiyati menjelaskan, dia baru mengetahui bahwa dia bukan anak pasangan List saat usianya empat tahun.

"Orangtua yang mengadopsi saya sengaja memberitahukan siapa sebenarnya saya agar nantinya saya dapat mengetahui sejarah siapa yang melahirkan
saya. Mereka juga mau agar saya tahu bahwa saya dilahirkan di Indonesia," katanya. Karena orangtua angkatnya sangat menghormati asal usul Kiyati, mereka juga sengaja tidak mengganti namanya.Kiyati adalah nama pemberian orangtuanya yang berarti hati yang kuat.

Sebelum memutuskan untuk bertemu dengan ibundanya,17 tahun yang lalu, Kiyati yang saat itu berusia 14 tahun. juga pernah mengunjungi Indonesia dan bertemu dengan orangtuanya di Salatiga. Namun, pada saat itu, Kiyati mengaku tidak siap mental dan mengalami stres."Mungkin pada waktu saya masih terlalu muda. Saya merasa belum punya hubungan batin. Ini mungkin karenasaya terbiasa diasuh oleh ibu saya yang Jerman. Jadi ketika bertemu dengan ibu kandung saya pada saat itu,saya merasakan ada hal yang aneh," katanya.

Sedangkan untuk yang kedua kali ini, Kiyati menyatakan sudah siap mental, karena berbagai persiapan telah dilakukannya dengan sangat matang. Untuk keperluan ini,Kiyati berguru kepada Dyah Narang Huth.Kepada Kiyati, Dyah memberi tahu misalnya kebiasaan orang Indonesia, khususnya yang lebih muda untuk memanggil "Mbak" atau "Mas" kepada orang yang usianya lebih tua. Karena itu, kata Dyah, Kiyati harus siap jika ada yang memanggilnya dengan sebutan "Mbak" sebelum menyebut namanya, Kiyati. Hitung-hitung Kiyati belajar bahasa Indonesia dan tentang Indonesia kepada Dyah selama
40 jam.

Kiyati kini benar-benar siap bertemu dengan ibu kandungnya, Mulyati yang sekarang bekerja sebagai buruh tani. Sementara itu kepada tim Kick Andy yang menemuinya di rumahnya di Desa Jatirejo, Mulyati mengungkapkan
pula ingin segera bertemu dengan anak pertamanya itu."Bagaimanapun juga dia anak saya."Karena tidak sabar bertemu, sebuah surat pun disiapkan
Mulyati—ditulis oleh adik tiri Kiyati—untuk disampaikan kepada Kiyati lewat tim Kick Andy yang rekamannya ditayangkan dalam acara Kick Andy.

Menyaksikan tayangan itu, Kiyati menyatakan terharu dan emosional."Saya jadi ingin segera bertemu dengan ibu kandung saya,"kata Kiyati.
Pada saat itu, Kiyati mengatakan, baru akan menemui ibunya seminggu lagi. Namun sebelum bertemu dengan sang ibu, tim Kick Andy menyerahkan surat Mulyati kepada Kiyati dan meminta kepada Kiyati untuk membacanya.
Dengan suara terpotong-potong karena logat Jerman-nya. Kiyati pun membaca surat Mulyati yang isinya seperti ini:

"Kepada Yang Terhormat Mbak Kiyati di Jerman.
Assalamualaikum.
Kepada Yang Tercinta Mbak Kiyati di Jerman. Mbak Kiyati, apa kabarnya di Jerman? Baik-baik saja. Kami yang ada di kampung baik-baik saja.
Ibu-bapaksehat-sehat. Selama Mbak Kiyati tinggal di Jerman, di sapa
merasa bahagia. Kami juga merasa bahagia.
Adikmu selalu mendoakan Mbak Kiyati mengirimkan sesuatu kepada Ibu Mulyati. Ibu merasa bahagia dan ingin berjumpa dengan Mbak Kiyati. Selamat bahagia. Sampai bertemu di rumah.
Assalamulaikum."

Guna menyambut pertemuannya dengan sang bunda,Kiyati pun mempersiapkan sesuatu untuk diberikan kepada Mulyati, yaitu sebuah bingkai foto yang di dalam ada empat buah foto Kiyati sedang melakukan aktivitas, antara lain menari Bali. Lewat Kick Andy, Kiyati lalu berpesan kepada ibunda sebagai berikut:

"Hai Mom, saya sudah ke sini.
Saya tidak sabar ingin segera bertemu. Tunggu saya di Salatiga.
Saya cinta kamu, tunggu sampai saya datang."

Di luar dugaan Kiyati, tim Kick Andy menghadirkan sang ibu dan adik tirinya ke studio. Kejutan buat Kiyati.Berderai air mata, Kiyati memeluk sang bunda yang tampilannya sangat lugu, bertolak belakang dengan Kiyati yang telah berubah menjadi "orang bule". Air mata pun menetes di pipi para hadirin yang menyaksikan acara tersebut di studio.Dan inilah kata-kata yang diluncurkan Kiyati untuk sang ibu:

"Saya cinta kamu!"

Mereka berdua, ibu dan anak
yang terpisah 30 tahun lamanya itu lalu larut dalam tangis
kebahagiaan.

Source : kaskus

Saturday, December 17, 2011

I Remember You !

TRACESA at ExoBatika 2009 :)



Take a look ! That was our GREAT performing at ExoBatika, Grand Indonesia. Exhausted but so HAPPY :)






When Tracesa performed in the opening .. SPECTACULAR !!





Luci in action ! Good sight .. Amazing !





TRACESA with Seniors..

Ada kak ajeng, kak devi ama Bani lagi pake kostum Tari Betawi "Lenggang Nyai"

Mix senior and junior wore blue and yellow saman's costum. Looks so glamor, guys !

LONG LIVE TRACESA .. WE LOVE YAA ! ♥


Spread smiles :)


Tuesday, November 29, 2011

You Are The One !

Once, i definetely didn't know the kinda man that i dreamin' of. When i was in highschool, i had a bad-dark days i've ever experienced before. Ah just let it go !. I don't want remember that anymore!

Then, Thank God ya Allah! you have brought us together to the present. i still don't believe that i found the man of my dream eventually. That is YOU , Asyraf!

To me, you're loving family -especially for Mom. You're smart-brilliant, helpfull, caring -always help anyone in difficulty, open-minded, understanding, humble, hopefull, positive-thinking, easy-going. You got a big responsibility and big leadership and also big spirit. Cool, charming, confident, flexible with anyone. Hmm.. romantic -even you never realize that, i love your jokes, your eyes -the way you look at me. You are kind of a visionary, i love then i learn your motivations and all of your mottos in life, you gimme lessons of what you always type on and text on twitter and facebook. I'd rather hear your story coz i like the way you tell your stories, I like your kindness, i like your extrovert, . You're absolutely different than other guys i've ever known. You're the best person i've ever had -after my family.

One thing that i'm always thinking of is how can i make you happy???
I just wanna make you happy with me, no matter how the way i could do. I don't wanna hurt you. I'm thinking of what and when i could do all that then finally can give you a happiness, i need something for you, need time together. But i haven't been finding the right time to do that. Many complications i faced of. And I know you're busy though i never know what things that makes you so busy. I'm afraid if i bother you of what you doing. That's why i rare giving you messages. That's fine don't worry be happy. Hope we can understand each other.

Talking about your past, i suggest you to forget all that you had been through at that time and made you depressed. Besides, i'm glad that you had a super-real-bestfriend in your entire life. That is Frank. I trust and feel so amazed when you told about your bestfriend. We thank you, Frank! you had given my sweetheart many lesson of life and so do i. Thanks to You and Frank who spread many positive sides to me and many people who knows you two.

There might be also something from you that i don't want to tell. I just accept anything you have coz i don't wanna lose you. That's why You Are The One !

Thank you A for your all of kindness. I promise i would not make you dissappointed. You are the one of my future. Hope you bring me to a happiness and so do i to you. I trust that you could give me good guidance start from this day, tomorrow, the next day, then over and over again. You are my LOVEBIRD!

Thanks to Mom and Dad for supporting me :D

FINALLY I WISH I COULD MAKE MY JOURNEY WITH YOU THROUGH ETERNITY :)





I LOVE YOU, Asyraf ! ♥ :)

Saturday, November 26, 2011

Antara Kehidupan di Pedesaan dan Perkotaan

Ada perbedaan dari orang-orang yang tinggal dan hidup di pedesaan dan di perkotaan. Mungkin kita sering mendengar kata-kata atau julukan "wong deso" bagi orang yang tinggal di pedesaan. Sedangkan jika kita tinggal di daerah perkotaan, sebutan "anak kota" juga tidak asing didengar. Hidup di daerah pedesaan memang terasa menyejukkan hati dan pikiran, apalagi cocok bagi orang-orang yang sedang dalam keadaan pikiran yang stres dan jenuh. Pemandangannya pun lebih indah di pedesaan yang asri, alami, dan bisa disebut "Green everywhere". Masyarakat disana juga ramah-tamah, pekerja keras dan saling gotong-royong. tapi, sayangnya jika dipandang dari segi pendidikan, sebagian besar anak-anak pedesaan kurang mendalami pentingnya sekolah dan pendidikan. Hal ini disebabkan keterbatasan ekonomi orang tua mereka sehingga sulit untuk membiayai uang pendidikan dan bisa mengurungkan cita-cita mereka. Maka dari itu, di setiap tahunnya sering masyarakat pedesaan berdatangan ke daerah perkotaan karena ada tujuan untuk mencari nafkah yang lebih sebagai alasan mereka berurbanisasi.

Lain cerita jika seseorang hidup di daerah perkotaan. Setelah kita mengetahui dan meng-survei bahwa sebagian besar hidup di desa itu sangatlah sederhana, tinggal di kota itu justru kebalikan dari tinggal di desa. Kehidupan masyarakat di kota, contohnya di Jakarta yang memang merupakan kota besar di Indonesia dan terkenal dengan Kota Metropolitan karena padatnya manusia yang mengkerubuni kota Jakarta sehingga macet terjadi dimana-mana. Hawa-hawa di Jakarta memanglah panas karena polusi yang setiap saat terjadi. Selain itu, berdasarkan yang saya lihat dari orang-orang sekitar yang tinggal di perkotaan seperti kota Jakarta, gengsi merupakan salah satu alasan mengapa orang ingin hidup di perkotaan. Sering saya dengar tujuan hidup di kota adalah karena gengsi, ingin gaya2an, bisa hidup mewah, ingin ini ingin itulah, segala macam. Ini juga berlaku di kota-kota lainnya selain Jakarta. Mengenai pendidikan di perkotaan memang layak diancungi jempol karena banyak anak-anak yang berprestasi di tempat-tempat pendidikan mereka. Hal ini terjadi karena sebagian besar bahwa secara ekonomi tidak dijadikan masalah, sebab gaji bekerja di perkotaan memang lumayan memuaskan.

Hanya beberapa yang saya jelaskan tentang rasanya hidup di desa dan di kota. Kita jangan terlalu bangga hidup berlebih-lebihan di perkotaan yang kita tinggal, tetapi di desa pun jangan pula hidup statis, monoton dan harus mampu berpikir jauh yang positif demi masa depan diri sendiri dan orang lain, dan pastinya tetap berjuang.

Friday, November 18, 2011

Pelapisan sosial dan kesamaan derajat

Dalam masyarakat dimanapun di dunia, akan selalu dijumpai keadaan yang bervariasi, keadaan yang tidak sama. Satu hal yang tidak dapat kita sangkal adalah bahwa keadaan di dunia selalu bergerak dinamis. Dari segi alam ternyata bahwa tumbuhan tumbuhan, tumbuh mulai dari kecil hingga besar dan dapat menghasilkan buah. Demikian dalam kenyataan terlihat ada pohon besar dan pohon kecil, jenisnyapun berbeda.
Demikian juga dengan masyarakat. “ masyarakat adalah sekumpulan manusia yang hidup bersama, bercampur untuk waktu yang cukup lama, sadar bahwa mereka merupakan suatu kesatuan dimana mereka merupakan sistem hidup bersama. Unit terkecil masyarakat adalah keluarga terdiri dari bapak, ibu dan anak. Di kantor ada atasan, bawahan.. diperusahaan ada majikan, buruh. Bahkan dalam penduduk pun kita temui katagori penduduk berpendapatan rendah, penduduk berpendapatan sedang dan penduduk berpendapatan tinggi.

Kenyataan-kenyataan yang terlihat ini menunjukkan baha didalam kehidupan manusia, maupun kehidupan alamterdapat adanya tingkatan/lapisan didalamnya; pelapisan terdapat sebagai suatu kenyataan dalam masyarakat. Pelapisan maskudnya adalah keadaan yang berlapis-lapis atau bertingkat-tingkat. Istilah pelapisan diambil dari kata stratifikasi. Istilah stratifikasi berasal dari kata stratum ( jamaknya adalah strata, yang berarti lapisan). Pitirim A sorokin mengatakan bahwa pelapisan sosial adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarchies). Perwujudan dari gejala stratifikasi sosial adalah adanya tingkatan tinggi dan rendah. Dasar dan inti lapisan-lapisan didalam masyarakat adalah karena tidak adanya keseimbangan dalam pembagian hak, kewajiban dan tanggung jawab, serta dalam pembagian nilai-nilai sosial an pengaruhnya diantara anggota masyarakat.
Di dalam suatu masyarakat, pasti ada sesuatu yang paling dihargai oleh masyarakat. Bagi masyarakat agraris, tanah adalah sesuatu yang paling dihargai; bagi masyarakat industri, uang adalah sesuatu yang paling dihargai. Pada masyarakat kota, pendidikan dapat merupakan hal yang paling dihargai. Sumber-sumber seperti uang,tanah, pendidikan akan menyebabkan adanya pelapisan. Jadi mereka yang memiliki uang, tanah ataupun berpendidikan tinggi akan menempati lapisan atas suatu masyarakat. Golongan lapisan tertinggi dalam suatu masyarakat tertentu, dalam istilah sehari-hari juga dinamakan “elite”. Dengan demikian pelapisan berarti bahwa dalam masyarakat ada sejumlah kelompok masyarakat yang mempunyai posisi berbeda-beda dalam tata tertib sosial masyarakat, dimana golongan-golongan itu mendapat atau menikmati hak-hak tertentu.

Berarti tidak semua perbedaan posisi di dalam masyarakat menunjukkan adanya pelapisan di dalam masyarakat. Misalnya kedudukan suanmi sebagai kepala keluarga ataupun kedudukan pemuda dalam masyarakat tidak membentuk suatu lapisan tertentu didalam masyarakat yagn mempunyai hak-hak tertentu.

Setiap individu sebagai anggota masyarakat mempunyai hak dan kewajiban tertentu. Hak dan kewajiban akan terlihat dalam kedudukan (status) dan peranan (role) yang dijalankan individu tersebut. Kedudukan dan peranan merupakan unsur pembentuk terjadinya pelapisan didalam masyarakt. Yang dimaksud dengan kedudukan adalah tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial, sehubungan dengan orang-orang lainnya didalam kelompok tersebut, atau tempat sebuah kelompok sehubungan dengan kelompok-kelompok lainnya didalam kelompok yang lebih besar lagi. Misalnya status sebagai anak didalam keluarga; status guru di sekolah ataupun status Indonesia di organisasi PBB.

Dalam kenyataannya setiap individu memiliki lebih dari satu kedudukan. Budi, misalnya sebagai kepala keluarga mempunyai status sebagai kepala keluarga, ataupun status sebagai anak dari orang tua, bisa juga status sebagai pegawai atau status sebagai anggota organisasi olahraga. Dari statusnya, individu mempunyai Hk dan dibebani kewajiban. Ebagia pegawai ia mempunyai hak untuk menerima penghasilan, hak untuk mendapat cuti, hak untuk mendapat pengobatan, dan lain-lain. Sebaliknya iapun mempunyai kewajiban-kewajiban yang harus dijalaninya sesuai dengan kedudukannya; yaitu mengerjakan pekerjaan sesuai tanggnungjawab dan kedudukannya tersebut. Dengan demikian hak dan kewajiban ini ibarat mata uang yang bersisi dua, yang berinteraksi satu sama lain.

Sumber : Mercubuana. Kesamaan Derajat. http://journal.mercubuana.ac.id/data/ISD-6.doc

Friday, November 11, 2011

NEGARA DAN WARGA NEGARA

Negara sebagai suatu entitas adalah abstrak, yang tampak adalah unsur-unsur negara yang berupa rakyat, wilayah, dan pemerintah. Salah satu unsur negara adalah rakyat. Rakyat yang tinggal diwilayah negara menjadi penduduk negara yang bersangkutan. Warga negara adalah bagian dari penduduk suatu negara. Warga negara memiliki hubungan ndengan negaranya. Kedudukannya sebagai warga negara menciptakan hubungan berupa peranan, hak dan kewajiban yang bersifat timbal balik.

Kewarganegaraan memiliki keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan anatara negara dengan warga negara. Kewarganegaraan adalah segala hal ihlawal yang berhubungan dengan negara.

Pengertian kewarganegaraan dibedakan menjadi dua, yaitu :

a. Kewarganegaraan dalam arti Yuridis

Kewarganegaraan dalam arti yuridis ditandai dengan adanya ikatan hukum antara orang –orang dengan negara. Adanya ikatan hukum itu menimbulkan akibat-akibat hukum tertentu, yaitu orang tersebut berada dibawah kekuasaan negara yang bersangkutan. Tanda dari adanya ikatan hukum , misalanya akta kelahiran, surat pernyataan, bukti kewarganegaraan, dsb.

b. Kewarganegaraan dalam arti Sosiologis

Kewarganegaraan dalam arti sosilogis tidak ditandai dengan ikatan hukum. Tetapi ikatan emosional, seperti ikatan perasaan, ikatan keturunan, ikatan nasib, ikatan sejarah, dan ikatan tanah air. Dengan kata lain, ikatan ini lahir dari penghayatan warga negara bersangkutan.

Kedudukan Warga Negara Dalam Negara

Penentuan Warga Negara

Siapa saja yang dapat menjadi warga negara dar suatu negara? Setiap negara berdaulat berwenang menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara. Dalam menentukan kewarganegaraan seseorang, dikenal dengan adanya asas kewarganegaraan berdasarkan kelahiran dan asas kewaraganegaraan berdasarkan perkawinan.

Dalam penentuan kewarganegaraan didasarkan kepada sisikelahiran dikenal dua asas yaitu asas ius soli dan ius sanguinis . Ius artinya hukum atau dalil. Soli berasal dari kata solum yang artinya negari atau tanah. Sanguinis berasal dari kata sanguis yang artinya darah.

a. Asas Ius Soli

Asas yang menyatakan bahawa kewarganegaraan seseorang ditentukan dari tempat dimana orang tersebut dilahirkan.

b. Asas Ius Sanguinis

Asas yang mennyatakan bahwa kewarganegaraan sesorang ditentukan beradasarkan keturunan dari orang tersebut.

Selain dari sisi kelahiran, penentuan kewarganegaraan dapat didasarkan pada aspek perkawinan yang mencakupa asas kesatuan hukum dan asas persamaan derajat :

a. Asas persamaan hukum didasarkan pandangan bahwa suami istri adalah suatu ikatan yang tidak terpecahkan sebagai inti dari masyarakat. Dalam menyelenggarakan kehidupan bersama, suami istri perlu mencerminkan suatu kesatuan yang bulat termasuk dalam masalah kewarganegaraan. Berdasarkan asas ini diusahakan ststus kewarganegaraan suami dan istri adalah sama dan satu.

b. Asas persamaan derajat berasumsi bahwa suatu perkawinan tidak menyebabkan perubahan status kewarganegaaraan suami atau istri. Keduanya memiliki hak yang sama untuk menentukan sendiri kewarganegaraan. Jadi mereka dapat berbeda kewarganegaraan seperti halnya ketika belum berkeluarga.

Negara memiliki wewenang untuk menentukan warga negara sesuai dengan asas yang dianut negara tersebut. Dengan adanya kedaulatan ini, pada dasarnya suatu negara tidak terikat oleh negara lain dalam menentukan kewarganegaraan. Negara lain juga tidak bolej menentukan siapa saja yang menjadi warga negara dari suatu negara.

Penentuan kewarganegaraan yang berbeda-beda oleh setiap negara dapat menciptakan problem kewarganegaraan bagi seorang warga. Secara ringkas problem kewarganegaraan adalah munculnya apatride dan bipatride. Appatride adalah istilah untuk orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. Bipatride adalah istilah untuk orang-orang yang memiliki kewarganegaraan ganda (rangkap dua). Bahkan dapat muncul multipatride yaitu istilah untuk orang-orang yang memiliki kewarganegaraan yang banyak (lebih dari 2)

Warga Negara Indonesia

Negara Indonesia telah menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara . ketentuan tersebut tercantum dalam pasal 26 UUD 1945 sebagai berikut :

1. Yang menjadi warga negara ialah orang-orang Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan undang-undang sebagai warga negara

2. Penduduk ialah waraga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia

3. Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undang-undang

Beradasarkan hal diatas , kita mengetahui bahwa orang yang dapat menjadi warga negara Indonesia adalah :

a. Orang-orang bangsa Indonesia asli

b. Orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang menjadi warga negara

Adapun Undang-Undang yang mengatur tentang warga negara adalah Undang-Undang No.12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.

Pewarganegaraan adalah tatacara bagi orang asing untuk memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia melalui permohonan . Dalam Undang-Undang dinyatakan bahwa kewarganegaraan Republik Indonesia dapat juga diperoleh memalului pewarganegaraan.

Permohonan pewarganegaraan dapat diajukan oleh pemohon juika memenuhi persyaratan sebagai berikut :

1. Telah berusia 18(delapan belas) tahun atau sudah kawin

2. Pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di wilayah negara Republik Indonesia paling singkat 5 (lima)tahun berturut-turut atau paling singkat 10 (sepuluh) tahun tidak berturut-turut

3. Sehat jasmani dan rohani

4. Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

5. Tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 1 (satu) tahun

6. Jika dengan memperoleh kewarganegaraan Indonesia, tidak menjadi kewarganegaraan ganda

7. Mempunyai pekerjaan dan/atau berpenghasilan tetap

8. Membayar uang pewarganegaraan ke Kas Negara

Hilangnya Kewarganegaraan Indonesia

Memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri.

Tidak menolak atau melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan orang yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk itu.

Dinyatakan hilang kewarganegaraan oleh Presiden atas permohonannya sendiri , yang bersangkutan sudah berusia 18 tahun atau sudah kawin, bertempat tinggal di luar negeri dan dengan dinyatakan hilang kewarganegaraan Republik Indonesia tidak menjadi tanpa kewarganegaraan

Masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden

Secara sukarela masuk dalam dinas negara asing, yang jabatan dalam dinas semacam itu di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undngan hanya dapat dijabat oleh warga negara Indonesia

Secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut

Tidak diwajibkan tapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yangbersifat ketatanegaraan untuk suatu negara asing

Mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya.

Bertempat tinggal diluar wilayah negara republic Indonesia selama 5 (liama0 tahun berturut-turut bukan dalam rangaka dinas negara, tanpa alas an yang sah dan dengan sngaja tidak menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi Warga Negara Indonedia sebelum jangka waktu 5(liama) tahun itu berakhir dan setiap 5 (lima) tahun berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan pernytaaan ingin tetap menjadi warga Negara Indonesia kepada perwakilan RI yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal yang bersangkutan padahal perwakilan RItersebut telah memberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan tidak menjadi tanpa kewarganegaraan.

Perempuan warganegara Indonesia yang kawin dengan laki-laki warga asing kehilangan kewarganegaraan RI jika menurut hukum negara asal suaminya, kewarganegaraan istri mengikuti kewarganegaraan suami sebagai akibat perkawinan tersebut.

Laki-laki warganegara Indonesia yang kawin dengan perempuan warga asing kehilangan kewarganegaraan RI jika menurut hukum negara asal istrinya, kewarganegaraan suami mengikuti kewarganegaraan istri sebagai akibat perkawinan tersebut. Atau jika ingintetap menjadi warga negara RI dapat mengajukan surat pernyaataan menganai keinginannya kepada pejabat atau perwakilan RI yang wilayahnya meliputi tempat tinggal perempuan atau laki-laki tersebut , kecuali pengajuan tersebut mengakibatkan kewarganegaraan ganda. Surat pernyataan dapat diajukan oleh perempuan setelah 3(tiga) tahun sejak tanggal perkawinannya berlangsung.

Setiap orang yang memperoleh kewarganegaraan RI berdasarkan keterangan yang kemudian hari dinyatakan palsu atau dipalsukan, tidak benar, atau terjadi kekeliruan mengenai orangnya oleh instansi yang berwenang, dinyatakan batal kewarganegaraannya. Menteri mengumumkan nama orang yang kehilangan Kewarganegaraan RI dalam Berita Negara Republik Indonesia

Asas-asas yang dipakai dalam Undang-Undang No.12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia meliputi :

a. Asas Ius Sanguinis, yiatu asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarakan keturunan bukan negara tempat kelahiran

b. Asas Ius Soli scera terbatas, yaitu asas yang menentukan kewarganegaraan berdasarakan negara tempat kelahiran, yang diperuntukkan terbatas bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang.

c. Asas kewarganegaraan tunggal, yaitu asas yang menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap orang

d. Asas kewaraganegaraan ganda terbatas, yaitu asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang ini.